Minggu, 10 Maret 2013

Narkoba

 Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh dapertemen kesehatan Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif.


Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk jenis narkotika adalah:
      Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
      Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
            Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
      Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
            Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Jenis-Jenis Narkoba : 

A. Opium


Tumbuhan opium (papaver somniferum) telah digunakan oleh masyarakat Sumerian di daerah Mesopotamia pada masa sekitar 3400SM, mereka menyebut tanaman ini dengan nama Hul Gil yg artinya Tumbuhan Senang. Mereka juga telah memanfaatkan getah dari opium sebagai peredam rasa sakit pada saat dilakukan pembedahan yaitu dengan cara diolesinya getah opium membedah si pasien.
            Di dalam kandungan getah opium terdapat berbagai senyawa opioid yaitu morphine (senyawa yg paling aktif), codein, thebaine, serta dua senyawa lain yg berbeda mekanisme kerjanya yaitu papaverin, dan noscapine.


B. Kokain


  Cocaine adalah salah satu senyawa yang terdapat dalam daun tumbuhan coca yg tumbuh di dataran benua Amerika. Proses pemurnian senyawa tersebut menghasilkan bubuk cocaine hydrochloride murni yg mudah larut ke dalam air.
            Pemakaian cocaine hydrochloride menyebabkan terhalangnya penyerapan kembali hormon dopamine, serotonin, dan noradrenaline yg sudah dilepaskan di dalam otak oleh sel-sel sinapsis sehingga kadar dari hormon-hormon tersebut di dalam otak akan meningkat secara drastis. Peningkatan dari hormon-hormon tersebut menyebabkan perasaan “high”, hilangnya rasa sakit, lapar, dan letih/ngantuk, menambah konsentrasi, rasa percaya diri, dan perasaan euphoria/senang.
            Kokain adalah senyawa sintesis yang memicu metabolisme sel sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
            Efek stimulant adalah efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasannya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat orang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.

C. Ganja

   Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THCtetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.
   Ganja adalah tanaman budidaya penghasil serat. Namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, yang dapat membuat pemakainnya mengalami euphoria ( rasa senang berkepanjangan tanpa sebab ).


 Narkoba Dan Pelajar

Hampir sebanyak 15 ribu orang di Indonesia, setiap tahun tewas akibat penyalah gunaan narkoba. Ini merupakan sebuah keprihatinan yang sangat memilukan, karena berdasarkan hasil penelitian Badan Nasional Narkoba (BNN) dan pusat kesehatan Universitas Indonesia (UI), selalu ada peningkatan pengguna narkoba  di Indonesia setiap tahunnya.
Pada tahun 2004, pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai 3.2 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2008 pengguna narkoba tersebut meningkat menjadi sekitar 3,6 juta jiwa. Dan pada tahun 2011 peningkatan tersu terjadi, dimana pengguna narkoba tersebut mencapai angka 3,8 juta jiwa.

Sementara itu, dari sejumlah pengguna narkoba (berbagai jenis) pelajar berada pada urutan ke 4 pengguna narkoba. Dengan urutan pertama pengangguran, kedua pegawai, ketiga pedagang dan ke empatnya adalah pelajar.

Pelajar biasanya menggunakan narkoba dikarenakan faktor pergaulan, hanyaa ikut ikutan atau sekedar mencoba saja. Ini perlu di waspadai karena semua jenis narkoba memiliki zat addictive yang bisa membuat pelajar tersebut kembali menggunakan setelah mencobanya. Jika sudah mencapai pada tahap kecanduan, tentu pelajar tersebut akan sulit untuk meningalkan (tidak mengkonsumsi) narkoba dalam hitungan jam.

Terkait masalah tersebut, BNN telah memiliki tiga strategi untuk memerangi narkoba. yaitu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi sebagai salah satu pencegahan penyalah gunaan narkoba, selanjutnya menerapkan system wajib lapor terhadap pengguna narkoba supaya bisa menjalani rehabilitasi atau penyembuhan dan langkah terakhir adalah mengungkap sidikat penjual narkoba untuk memutus penyebaran dan menghentikan terjadinya perdagangan narkoba.

Meski demikian, pencegahan penyalah gunaan narkoba (khususnya) pada pelajar tentu harus dimulai dari keadaan lingkungan keluarga. Karena keluarga menjadi bagian penting yang sangat berperan dalam memerangi penyalah gunaan narkoba pada pelajar ini.

Sebagai orang tua, perlu mewaspadai perubahan yang yang terjadi baik secara fisik maupun kepribadian anak. Hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi adanya penyalah gunaan narkoba pada anak sejak dini.

Perubahan pada fisik seorang anak yang mengkonsumsi narkoba, biasanya ditandai dengan mata merah yang tetap saja merah meski telah diobati, hal ini diakibatkan karena setelah mengkonsumsi atau mengalami sakau (ketagihan) narkoba akan mengalami hal tersebut. Sering terlihat mengantuk meski telah tidur cukup dan pandangan yang sering terlihat kosong atau berimajinasi. Pola bicara yang tidak seperti bisanya atau ngawur dan pelafalan yang tidak jelas. pucat seperti kekurangan darah. Keseimbangan tubuh yang kacau atau tidak terkontrol yang diakibatkan terganggunya kesadaran anak. Perlu di ingat bahwa pengguna narkoba ini tidak mengeluarkan bau seperti pada pengguna alkohol (minuman keras).

Perubahan kepribadian pada pengguna narkoba bisanya bisa terlihat secara drastis, dimana anak pengguna narkoba cenderung temperament (cepat emosional), pola dan nafsu makan yang tidak teratur, cenderung cuek dan malas bersosialisasi (pendiam), sehingga cenderung tidak memperhatikan penampilannya, sering memerlukan uang banyak bahkan berbohong untuk mendapatkan uang tersebut.

Meski demikian, jika sudah terlihat tanda-tanda yang mengarah pada anak yang menyalah gunakan atau mengkonsumsi narkoba, jangan terburu buru memvonis anak sebagai pengguna narkoba. Oleh karena itu, perlu menggali informasi baik secara langsung ataupun diam diam agar dapat dipastikan bahwa anak kita memang benar sebagai pengguna narkoba.

Selanjutnya, jika memang sudah benar bahwa anak kita mengkonsumsi narkoba, janga memberikan jarak atau memperlihatkan kebencian kepada anak tersebut. Karena dengan demikian, dikhawatirkan anak tersebut akan mencoba menjauh dari keluarga untuk bersama dengan sesame pengguna narkoba yang lainnya. Oleh karena itu, usahakan dekati dan berikan pengertian bahwa kita sebagai orang tua akan mengupayakan dia supaya bisa sembuh atau tidak akan menggunakan narkoba lagi.

Dalam penanganan anak pengguna narkoba, orang tua perlu mendapatkan bantuan professional yang biasa menangani masalah narkoba. Psikiater/psikolog dan dokter adalah orang yang tepat untuk membantu permasalahan ini. Selain itu berikan terus dukungan kepada anak untuk bisa menjauhi narkoba dan telusuri penyebabnya, sehingga proses penyembuhan dan pencegahan akan dilakukan secara bersamaan.

Keharmonisan dalam keluarga adalah kunci keberhasilan dalam permasalahan narkoba pada pelajar ini. Karena bagaimanapun juga, peran keluarga adalah yang utama agar anak (pelajar) bisa terhindar dari penyalah gunaan narkoba.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar